Sabtu, 07 Oktober 2017

Perkembangan Bisnis Transaksi Tiket Kereta

Hasil gambar untuk tiket kereta api online



Latar Belakang
Perkembangan teknologi dan informasi sudah mencapai tahap yang cukup signifikan sehingga mampu mendominasi hampir semua sektor bisnis. Adanya perkembangan internet merupakan salah satu bentuk nyata dari perkembangan. Teknologi dan informasi di masa sekarang. Hampir semua kegiatan bisnis sudah memanfaatkan kemudahan dari internet dalam transaksi bisnisnya.
Teknologi internet memang lebih menawarkan kemudahan karena mampu mengubah cara berkomunikasi seseorang, mendukung suatu sistem bisnis bahkan internet mampu menghubungkan seseorang tanpa terpengaruh jarak. Terdapat enam alasan mengapa teknologi internet itu penting. Pertama internet memiliki konektivitas dan jangkauan luas, dapat mengurangi biaya komunikasi, biaya transaksi yang lebih rendah, dapat mengurangi biaya agensi, interaktif, fleksibel, mudah, serta memiliki kemampuan untuk mendistribusikan pengetahuan secara tepat (Laudon, 2000).
Dimasa kini, teknologi internet sangat mendominasi terhadap kemajuan di segala sektor bisnis. Salah satu bentuk teknologi internet yang banyak diaplikasikan di segala sektor bisnis adalah penggunaan sistem daring (online). Hampir semua sistem bisnis memanfaatkan kemudahan yang ditawarkan dari sistem daring (online). Termasuk sektor bisnis transportasi mulai memanfaatkan kemudahan sistem daring (online) dalam pelayanan reservasi tiket.

Tujuan Penulisan
Disini kami bertujuan untuk mengetahui Perkembangan Inovasi Sistem Informasi dan teknologi informasi dimana kita membahas tentang transaksi non-tunai dan e-ticketing yang sedang berkembang di masyarakat saat ini.

Masalah yang dibahas
1.   Perkembangan transaksi jual beli tiket Kereta Api dimasa lalu hingga sekarang.
2.   Teknologi yang digunakan dalam transaksi non-tunai.  



Isi
         Sektor bisnis dibagian trasportasi saat ini sudah berkembang pesat, banyak teknologi informasi sudah diterapkan di seluruh bidang transportasi begitupun di Indonesia, layanan transportasi pemerintah sudah mulai menerapkan teknologi informasi salah satunya bidang industri kereta api Indonesia.
Industri Kereta Api Indonesia sempat mengalami penurunan dibuktikan dengan menurunnya jumlah penumpang pada tahun 2010. Hal ini merupakan dampak yang timbul akibat kenaikan industri pesawat terbang. Dalam industri pesawat terbang, telah menawarkan beberapa kemudahan terutama dalam hal kemudahan mendapatkan tiket. Pertengahan tahun 2012, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengeluarkan inovasi terbaru bagi penggunanya yaitu reservasi tiket secara daring (online) sehingga pengguna tidak perlu mengantre secara konvensial di stasiun untuk melakukan reservasi tiket.
Sistem ini diciptakan untuk mencapai efektifitas dan efisiensi secara maksimal dilihat dari sisi pengguna mengingat bahwa PT Kereta Api Indonesia (Persero) sudah mulai beralih dari product oriented ke customer oriented. Sistem reservasi tiket secara daring (online) atau lazim disebut e-ticketing merupakan suatu cara dalam mendokumentasikan proses penjualan dari aktivitas perjalanan pengguna tanpa mengeluarkan bukti fisik. Jadi semua informasi yang terkait sudah tercatat otomatis secara digital di sistem komputer sehingga sangat meminimalisasi adanya kesalahan–kesalahan dalam pencatatan dan reservasi tiket yang dapat merugikan pengguna. 

Hasil gambar untuk kai access

APLIKASI KAI ACCESS

      Banyak kemudahan yang ditawarkan dalam sistem baru ini dalam melakukan reservasi tiket secara daring (online) seperti reservasi dapat dilakukan dimanapun begitu juga dengan pembayarannya yang dapat dilakukan dimanapun secara realtime, pengguna dapat memesan tiket H-90 dari hari keberangkatan, dapat memilih tempat duduk sendiri dan yang terpenting, dengan adanya layanan sistem reservasi tiket daring (online), pengguna tidak perlu mengantre di stasiun secara konvensional sehingga dapat menghemat waktu dan tenaga. Sistem ini sudah terintegrasi secara langsung (pemesanaan) di web resmi PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau melalui tiketkai.com maupun melalui aplikasi yang bernama KAI Access, Traveloka, Tokopedia serta sudah berkerja sama (pembayaran) dengan Bank Mandiri, BNI dan BCA. Reservasi tiket secara daring (online) memberikan peluang dalam meminimalkan biaya dan memaksimalkan efektifitas pengguna. Hal ini karena dengan memanfaat sistem daring (online) dalam reservasi tiket maka secara langsung dapat mengurangi biaya dalam pencetakan tiket fisik, mengurangi penggunaan kertas dan mendukung fleksibiltas pengguna dengan baik.  


Hasil gambar untuk traveloka tiket kereta api

APLIKASI TIKET KAI DI TRAVELOKA

          Bagi pengguna jasa kereta api yang ingin membeli tiket harus membawa magnetic card tersebut. Pembelian tiket berbasis komputer ini dilakukan dengan cara menggesekkan magnetic card yang dimiliki oleh pengguna jasa transportasi kereta api pada card reader yang telah terhubung dengan PC (Personal Computer) client 1 (pertama) agar ID yang terdapat pada magnetic card dapat dibaca oleh komputer. ID yang terdapat pada magnetic card dibaca oleh PC client, dimana hasil pembacaan computer client 1 (pertama) dibandingkan dengan database pengguna jasa kereta api yang terhubung ke komputer server dengan system jaringan komputer.
Setelah ID pada magnetic card dengan ID yang terdapat pada PC sama, maka komputer akan menampilkan jumlah saldo yang terdapat pada magnetic card tersebut. Bila saldo cukup maka pengguna jasa transportasi kereta api langsung dapat membeli tiket kereta api berupa harga, tanggal dan jam pemberangkatan, jumlah tiket yang akan dibeli, jenis kereta api yang akan digunakan, dan tujuan. Bila saldo tidak cukup, pengguna jasa transportasi kereta api tidak dapat membeli tiket kereta api, maka pengguna jasa transportasi kereta api harus menambah jumlah saldonya ke bagian penjualan voucher.


Penerapan teknologi untuk peningkatan pelayanan kepada pengguna KRL terus dilakukan PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ). Dalam layanan e-ticketing, KCJ kini sudah mulai menerapkan penggunaan mesin penjualan tiket yang diberi nama Commuter Vending Machine (C-VIM) dengan layar sentuh. Dalam pengoperasiannya, C-VIM dilengkapi 2 pilihan bahasa yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris sehingga memudahkan bagi pengguna jasa lokal maupun asing.
Hasil gambar untuk mesin c-vim

MESIN C-VIM

Dengan hadirnya C-VIM, loket konvensional di stasiun-stasiun prioritas nantinya akan ditiadakan karena fungsinya sudah digantikan dengan mesin tiket. Sebab dengan C-VIM sudah bisa untuk melayani sales (pembelian baru tiket sekali jalan)/Tiket Harian Berjaminan (THB), resales THB, refund tiket THB, maupun top up (isi ulang) Kartu Multi Trip (KMT) bisa dilakukan dengan mudah dan cepat melalui mesin pintar transaksi tiket KRL ini. Namun perlu diperhatikan oleh pengguna KRL, C-VIM untuk layanan KMT bisa menerima pecahan uang kertas dan uang logam.
         

Kesimpulan
Jadi, kesimpulan dari masalah yang kami bahas diatas ialah semakin berkembang pesatnya era teknologi saat ini yang berdampak positif bagi permasalahan transaksi non-tunai ini. E-ticket ini memiliki banyak keunggulan serta kemudahan dan efisiensi transaksi. Dan dari segi keamanan data transaksi E-ticket memiliki jaminan keamanan atas kode-kode transaksi penumpang. Dan dapat menghemat waktu kita tanpa harus antri lagi untuk mendapatkan tiket.


Daftar Pustaka



The Untold Story of E-Ticketing- Kisah Dibalik Modernisasi KRL Jabodetabek, Author Haryo Damardono, terbit 10 Oktober 2016, ISBN 978-602-412-144-0



Kelompok 11 :
CHAIRUN NISSA PUSPITASARI (11116550)
FATHIA REVA MELIA (12116687)
RIO SETYO NUGRAHA (16116453)
TRI LAILLA QODRIYANI (17116431)

Sabtu, 10 Juni 2017

TUGAS ILMU BUDAYA DASAR 4

4.      Jelaskan masalah pokok ruang lingkup kebudayaan!
Jawab :
Bertitik tolak dalam kerangka tujuan yang telah ditetapkan, dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah Ilmu Budaya Dasar. Kedua masalah pokok ialah:
·         Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (The Humanities) baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) di dalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.
·         Hakekat manusia yang satu (universal), namun banyak perbedaan- perbedaan antara manusia yang satu dengan yang lainnya. Keanekaragaman tersebut terbentuk akibat adanya perbedaan ruang, tempat, waktu, proses adaptasi, keadaan sosial budaya, lingkungan alam, dimana terwujud dalam berbagai bentuk ekspresi seperti: ungkapan, pikiran, dan perasaan, tingkah laku, dan hasil kelakuan mereka.
Kedua Pokok masalah yang bisa dikaji dalam mata kuliah IBD (Ilmu Budaya Dasar), Nampak jelas bahwa manusia menepati posisi sentral dalam pengkajian. Manusia tidak hanya sebagai objek pengkajian, bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesama, dan bagaimana pula hubungan sang pencipta menjadi tema sentral dalam IBD.
Pokok-pokok bahasan yang akan dikembangkan dalam Ilmu Budaya Dasar adalah :
1.      Manusia Dan Cinta Kasih
·         Kasih Sayang
·         Kemesraan
·         Pemujaan
2.      Manusia Dan Keindahan
·         Renungan
·         Kehalusan
·         Keserasian
3.      Manusia Dan Penderitaan
·         Rasa Sakit
·         Kesyahidan
·         Siksaan
·         Kesengsaraan
·         Neraka
4.      Manusia Dan Keadilan
·         Kejujuran
·         Pemulihan Nama Baik
·         Pembalasan
5.      Manusia Dan Pandangan Hidup
·         Cita-Cita
·         Kebijakan
6.      Manusia Dan Tanggung Jawab Serta Pengabdian
·         Kesadaran
·         Pengorbanan
7.      Manusia Dan Kegelisahan
·         Keterasingan
·         Kesepian
·         Ketidakpastian
8.      Manusia Dan Harapan
·         Kepercayaan
·         Harapan

Kedelapan pokok bahasan itu termasuk dalam karya-karya yang tercakup dalam pengetahuan budaya. Perwujudan mengenai cinta, misalnya, terdapat dalam karya sastra, tarian, musik, filsafat, lukisan, patung dan sebagainya. Masing-masing pokok bahasan dapat didekati dengan baik menggunakan cabang-cabang pengetahuan budaya secara sendiri-sendiri maupun secara gabungan cabang-cabang tersebut. Pokok bahasan manusia dan cinta kasih misalnya, dapat didekati dengan menggunakan karya seni sastra, atau filsafat atau seni tari dan sebaginya. Disamping itu pokok bahasan manusia dan cinta kasih juga dapat didekati dengan menggunakan gabungan karya seni sastra, karya seni tari, atau filsafat dan sebagainya.

Referensi :

TUGAS ILMU BUDAYA DASAR 3

    3.   Bagaimana cara melestarikan budaya yang terdapat di masyarakat?
  Jawab :
Nilai budaya yang dimiliki oleh setiap masyarakat memiliki kekayaan yang begitu besar  nilainya, akan tetapi seiring perkembangan zaman upaya pelestariannya pun mulai luntur yang  dipengaruhi oleh faktor eksternal maupun faktor internal masyarakat itu sendiri. Globalisasi juga  berpengaruh kuat dalam menurunnya tingkat kepedulian masyarakat dalam menjaga atau            melestarikan budaya local yang ada dalam masyarakat.
Dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal yang ada dalam masyarakat dapat dilakukan  dengan berbagai cara. Beberapa cara yang dapat dilakukan oleh seorang anggota masyarakat  khususnya kita sebagai generasi muda dalam mendukung kelestarian budaya dan ikut menjaga  budaya lokal diantaranya adalah : 

·         Mengenali dan mempelajari kebudayaan
Kemauan untuk mempelajari budaya yang sudah ada baik hanya sekedar mengenal atau bisa juga dengan ikut mempraktikkannya dalam kehidupan kita dapat menjadikan budaya tersebut terus menerus dilaksanakan hingga generasi setelah kita nanti.

·         Ikut berpartisipasi apabila ada kegiatan dalam rangka pelestarian kebudayaan, misalnya :
a.       Mengikuti kompetisi tentang kebudayaan, misalnya tari tradisi atau teater daerah.
b.      Ikut berpartisipasi dengan mementaskan budaya tradisonal pada acara ataupun kegiatan tertentu, seperti pada saat perayaan hari ulang tahun kemerdekaan bangsa, mengadakan pementasan ketoprak yang berbau perjuangan, dan lain-lain.

·         Mengajarkan kebudayaan
Jika kebudayaan diajarkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh generasi penerus kita maka kebudayaan itu tidak akan musnah dan tetap dapat bertahan.

·         Mencintai budaya sendiri tanpa merendahkan dan melecehkan budaya orang lain
Hal ini harus dilakukan oleh setiap orang untuk menjaga ketentraman dan kenyamanan bersama di lingkungan tempat tinggalnya.

·         Mempraktikkan penggunaan budaya itu dalam kehidupan sehari-hari, misalnya budaya berbahasa
Bahasa di Indonesia beragam mengingat suku dan budaya di Indonesia juga bermacam-macam. Maka dari itu walaupun kita hidup di daerah dan bahasanya masih menggunakan bahasa daerah kita harus tetap menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa interaksi di seluruh Indonesia.

·         Menghilangkan perasaan gengsi ataupun malu dengan kebudayaan yang kita miliki
Sikap ini harus dihilangkan oleh setiap individu agar kebudayaan yang dimiliki tetap ada.

·         Menghindari sikap primordialisme dan etnosentrisme
Primordialisme adalah sebuah pandangan atau paham yang memegang teguh hal-hal yang dibawa sejak kecil, baik mengenai tradisi, adat-istiadat, kepercayaan, maupun segala sesuatu yang ada di dalam lingkungan sekitarnya.
Sedangkan Etnosentrisme adalah penilaian terhadap kebudayaan lain atas dasar nilai dan standar budaya sendiri. Orang-orang etnosentris menilai kelompok lain relatif terhadap kelompok atau kebudayaannya sendiri, khususnya bila berkaitan dengan bahasa, perilaku, kebiasaan, dan agama.
Kesimpulannya sikap Primordialisme itu adalah sikap yang mementingkan ego diri sendiri dan sikap Etnosentrisme itu adalah sikap yang menyombongkan kebudayaannya sendiri dan menganggap budaya lain tidak sepadan atau tidak sebagus kebudayaannya sendiri.

Kegiatan melaksanakan pengelolaan kebudayaan meliputi :
1.      Perlindungan
Dengan cara merawat, memelihara asset budaya agar tidak punah dan rusak disebabkan oleh manusia dan alam.
2.      Pengembangan
Dengan cara melaksanakan penelitian, kajian laporan, pendalaman teori kebudayaan, dan mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung dalam penelitian.
3.      Pemanfaatan
Dengan cara melaksanakan kegiatan pengemasan produk, bimbingan dan penyuluhan, kegiatan festival serta penyebaran informasi.
4.      Pendokumentasian
Dengan cara melaksanakan kegiatan pembuatan laporan berupa narasi yang dilengkapi dengan foto dan audio visual.
5.      Culture Experience

Merupakan pelestarian budaya yang dilakukan dengan cara terjun langsung ke dalam sebuah pengalaman kultural contohnya, jika kebudayaan tersebut berupa alat musik maka masyarakat dianjurkan untuk belajar dan berlatih dalam menguasasi alat musik tersebut. Dengan demikian dalam setiap tahunnya kebudayaan tersebut dapat terjaga.


Referensi :

TUGAS ILMU BUDAYA DASAR 2

     2.  Apa yang dimaksud dengan ilmu budaya dasar secara universal?
    Jawab :
Ilmu Budaya Dasar merupakan pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang langkah-langkah yang dikembangkan menjadi masalah manusia dan kebudayaan. Ilmu Budaya Dasar juga merupakan ilmu yang mempelajari dasar-dasar kebudayaan, seperti kesenian, bahasa, adat-istiadat, budaya daerah, dan budaya nasional.
Ilmu Budaya Dasar adalah suatu ilmu yang mempelajari dasar-dasar dan pengertian tentang konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah kebudayaan. Istilah Ilmu Budaya Dasar di Negara Indonesia dikembangkan sebagai pengganti istilah “Basic Humanities” yang berasal dari istilah bahasa Inggris “The Humanities”. Adapun istilah “Humanities” itu sendiri berasal dari bahasa Latin Humanus yang bisa diartikan manusiawi, berbudaya dan halus (refined). Dengan mempelajari The Humanities seseorang diharapkan akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus perkataan maupun perbuatannya.
Secara umum pengertian kebudayaan merupakan jalan atau arah didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani.
Kebudayaan adalah hasil buah budi manusia untuk mencapai kesempurnaan hidup. Dan budaya adalah daya dari budi yang berupa cipta, karsa dan rasa.
Secara demikian bisa dikatakan bahwa The Humanities berkaitan dengan masalah nilai-nilai, yaitu nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia bisa menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu The Humanities di samping tidak meninggalkan tanggung jawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri. Kendatipun demikian, Ilmu Budaya Dasar (atau Basic Humanities) sebagai satu matakuliah tidaklah identik dengan The Humanities (yang disalin ke dalam bahasa Indonesia menjadi : Pengetahuan Budaya).
Pengetahuan Budaya (The Humanities) dibatasi sebagai pe­ngetahuan yang mencakup keahlian cabang ilmu (disiplin) seni dan filsafat. Keahlian ini pun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai bidang kahlian lain, seperti seni sastra, seni tari, seni musik, seni rupa dan lain-lain. Sedang Ilmu Budaya Dasar (Basic Humanities) sebagaimana dikemukakan di atas, adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Masalah-masalah ini dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (The Humanities), baik secara gabungan berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya ataupun dengan menggunakan masing-masing keahlian di dalam pengetahuan budaya (The Humanities). Dengan poerkataan lain, Ilmu Budaya Dasar menggunakan pengertian-pengertian yang berasa! dari ber­bagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran dan kepekaan dalam mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Sebagaimana dikemukakan di atas, penyajian Ilmu Budaya Dasar (IBD) tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pe­ngetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji msalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan demikian jelas bahwa matakuliah ini tidak dimaksudkan untuk mendidik seorang pakar dalam salah satu bidang keahlian (disiplin) yang termasuk dalam pengetahuan budaya, akan tetapi Ilmu Budaya Dasar semata-mata sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitar­nya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri.
Latar belakang ilmu budaya dasar dalam konteks budaya, negara, dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan permasalahan sebagai berikut:
  1. Kenyataan bahwa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa, dan segala keanekaragaman budaya yang tercermin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yang biasanya tidak lepas dari ikatan-ikatan (primodial) kesukuan dan kedaerahan.
  2. Proses pembangunan dampak positif dan negatif berupa terjadinya perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusiapun terkena pengaruhnya. Akibat lebih jauh dari pembenturan nilai budaya ini akan timbul konflik dalam kehidupan.
  3. Kemajuan ilmu pengetahuan dalam teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yang telah diciptakannya. Hal ini merupakan akibat sifat ambivalen teknologi, yang disamping memiliki segi-segi positifnya, juga memiliki segi negatif akibat dampak negatif teknologi, manusia kini menjadi resah dan gelisah.
  4. Latar belakang ilmu budaya dasar bermula dari kritik yang diberikan oleh sejumlah cendikiawan mengenai system pendidikan kita yang dinilai sebagai warisan system pendidikan pemerintahan Belanda pada masa penjajahan dengan tujuan menghasilkan tenaga terampil dalam bidang administrasi, perdagangan, teknik,dan keahlian lain demi kelancaran usaha mereka dalam mengeksploitasi kekayaan negara kita. Padahal pendidikan itu seharusnya lebih ditujukan untuk menciptakan kaum cendikiawan daripada mencetak tenaga yang terampil. Para lulusan perguruan tinggi diharapkan dapat berperan sebagai sumber utama bagi pembangunan negara secara menyeluruh. Dari mereka diharapkan adanya sumbangan ide bagi pemecahan masalah sosial masyarakat yang sangat kompleks dan berkaitan satu sama lain, dan juga dalam masalah budaya.

Untuk mengetahui ilmu budaya dasar sebagai kelompok ilmu penetahyan oleh Prof. Dr. Harsya Bachtiar yang mengatakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan menjadi 3(tiga), yaitu :
1.      Ilmu-ilmu Alamiah ( natural science )
Ilmu yang bertujuan mengetahui keteraturan hukum yang terdapat di alam semesta ini, ilmu  ini menentukan analisis yang digeneralisasikan untuk mencari prediksi. Ilmu  ini tidak mungkin 100% benar dan 100% salah, kelompok ilmu alamiah yaitu : astronomi, fisika, kimia, biologi, kedokteran, dan mekanika.

2.      Ilmu-ilmu Social ( social science )
Ilmu yangmempelajari interaksi/hubungan antara manusia. Dan ilmu ini tidak mungkin 100% benar, hampir mendekati kebenarannya, kelompok ilmu sosiologi yaitu : sosiologi, politik, demografi, psikologi, antropologi sosial, dan sosiologi hukum.

3.      Pengetahuan budaya ( the humanities )

Pengetahuan budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. dalam hal ini, metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan  pernyatan-pernyataan yang bersifat unik diunakan dan kemudian diberi arti. Pada umumnya semua itu terdapat tulisan-tulisan dan tidak ada sangkut pautnya dengan metode yang bersifat ilmiah.



Referensi :