2. Apa yang dimaksud dengan ilmu
budaya dasar secara universal?
Jawab :
Ilmu Budaya Dasar merupakan pengetahuan
yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang
langkah-langkah yang dikembangkan menjadi masalah manusia dan kebudayaan. Ilmu Budaya Dasar juga merupakan
ilmu yang mempelajari dasar-dasar kebudayaan, seperti kesenian, bahasa, adat-istiadat,
budaya daerah, dan budaya nasional.
Ilmu Budaya Dasar adalah suatu ilmu
yang mempelajari dasar-dasar dan pengertian tentang konsep yang dikembangkan
untuk mengkaji masalah-masalah kebudayaan. Istilah Ilmu Budaya Dasar di Negara
Indonesia dikembangkan sebagai pengganti istilah “Basic Humanities” yang
berasal dari istilah bahasa Inggris “The
Humanities”. Adapun istilah “Humanities” itu sendiri berasal dari bahasa
Latin Humanus yang bisa diartikan manusiawi, berbudaya dan halus (refined).
Dengan mempelajari The Humanities seseorang diharapkan akan bisa menjadi lebih
manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus perkataan maupun perbuatannya.
Secara umum pengertian kebudayaan merupakan jalan atau arah didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani. Kebudayaan adalah hasil buah budi manusia untuk mencapai kesempurnaan hidup. Dan budaya adalah daya dari budi yang berupa cipta, karsa dan rasa.
Secara umum pengertian kebudayaan merupakan jalan atau arah didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani. Kebudayaan adalah hasil buah budi manusia untuk mencapai kesempurnaan hidup. Dan budaya adalah daya dari budi yang berupa cipta, karsa dan rasa.
Secara demikian bisa dikatakan bahwa The
Humanities berkaitan dengan masalah nilai-nilai, yaitu nilai-nilai manusia
sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia bisa menjadi humanus,
mereka harus mempelajari ilmu yaitu The Humanities di samping tidak meninggalkan
tanggung jawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri. Kendatipun demikian,
Ilmu Budaya Dasar (atau Basic Humanities) sebagai satu matakuliah tidaklah
identik dengan The Humanities (yang disalin ke dalam bahasa Indonesia menjadi :
Pengetahuan Budaya).
Pengetahuan Budaya (The Humanities)
dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian cabang ilmu (disiplin)
seni dan filsafat. Keahlian ini pun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai
bidang kahlian lain, seperti seni sastra, seni tari, seni musik, seni rupa dan
lain-lain. Sedang Ilmu Budaya Dasar (Basic Humanities) sebagaimana dikemukakan
di atas, adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan
pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji
masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Masalah-masalah ini dapat didekati
dengan menggunakan pengetahuan budaya (The Humanities), baik secara gabungan
berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya ataupun dengan menggunakan
masing-masing keahlian di dalam pengetahuan budaya (The Humanities). Dengan
poerkataan lain, Ilmu Budaya Dasar menggunakan pengertian-pengertian yang
berasa! dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan
pemikiran dan kepekaan dalam mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Sebagaimana dikemukakan di atas,
penyajian Ilmu Budaya Dasar (IBD) tidak lain merupakan usaha yang diharapkan
dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep
yang dikembangkan untuk mengkaji msalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan
demikian jelas bahwa matakuliah ini tidak dimaksudkan untuk mendidik seorang
pakar dalam salah satu bidang keahlian (disiplin) yang termasuk dalam
pengetahuan budaya, akan tetapi Ilmu Budaya Dasar semata-mata sebagai salah
satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan
pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang
menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya
sendiri.
Latar
belakang ilmu budaya dasar dalam konteks budaya, negara, dan masyarakat
Indonesia berkaitan dengan permasalahan sebagai berikut:
- Kenyataan
bahwa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa, dan segala
keanekaragaman budaya yang tercermin dalam berbagai aspek kebudayaannya,
yang biasanya tidak lepas dari ikatan-ikatan (primodial) kesukuan dan
kedaerahan.
- Proses
pembangunan dampak positif dan negatif berupa terjadinya perubahan dan
pergeseran sistem nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental
manusiapun terkena pengaruhnya. Akibat lebih jauh dari pembenturan nilai
budaya ini akan timbul konflik dalam kehidupan.
- Kemajuan
ilmu pengetahuan dalam teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan
manusia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia
bingung sendiri terhadap kemajuan yang telah diciptakannya. Hal ini
merupakan akibat sifat ambivalen teknologi, yang disamping memiliki
segi-segi positifnya, juga memiliki segi negatif akibat dampak negatif
teknologi, manusia kini menjadi resah dan gelisah.
- Latar belakang ilmu budaya dasar bermula dari kritik yang diberikan oleh sejumlah cendikiawan mengenai system pendidikan kita yang dinilai sebagai warisan system pendidikan pemerintahan Belanda pada masa penjajahan dengan tujuan menghasilkan tenaga terampil dalam bidang administrasi, perdagangan, teknik,dan keahlian lain demi kelancaran usaha mereka dalam mengeksploitasi kekayaan negara kita. Padahal pendidikan itu seharusnya lebih ditujukan untuk menciptakan kaum cendikiawan daripada mencetak tenaga yang terampil. Para lulusan perguruan tinggi diharapkan dapat berperan sebagai sumber utama bagi pembangunan negara secara menyeluruh. Dari mereka diharapkan adanya sumbangan ide bagi pemecahan masalah sosial masyarakat yang sangat kompleks dan berkaitan satu sama lain, dan juga dalam masalah budaya.
Untuk
mengetahui ilmu budaya dasar sebagai kelompok ilmu penetahyan oleh Prof. Dr. Harsya Bachtiar yang mengatakan bahwa ilmu
dan pengetahuan dikelompokkan menjadi 3(tiga), yaitu :
1.
Ilmu-ilmu
Alamiah ( natural science )
Ilmu yang bertujuan mengetahui keteraturan hukum yang
terdapat di alam semesta ini, ilmu ini menentukan analisis yang digeneralisasikan
untuk mencari prediksi. Ilmu ini tidak mungkin 100% benar dan 100% salah,
kelompok ilmu alamiah yaitu : astronomi, fisika, kimia, biologi, kedokteran,
dan mekanika.
2.
Ilmu-ilmu
Social ( social science )
Ilmu yangmempelajari interaksi/hubungan antara manusia. Dan
ilmu ini tidak mungkin 100% benar, hampir mendekati kebenarannya, kelompok ilmu
sosiologi yaitu : sosiologi, politik, demografi, psikologi, antropologi sosial,
dan sosiologi hukum.
3.
Pengetahuan
budaya ( the humanities )
Pengetahuan budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti
kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. dalam hal ini, metode pengungkapan
peristiwa-peristiwa dan pernyatan-pernyataan yang bersifat unik diunakan
dan kemudian diberi arti. Pada umumnya semua itu terdapat tulisan-tulisan dan
tidak ada sangkut pautnya dengan metode yang bersifat ilmiah.
Referensi :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar