Sabtu, 10 Juni 2017

TUGAS ILMU BUDAYA DASAR 1

   1.  Sebutkan budaya-budaya yang berlaku di dalam masyarakat!
  Jawab :
Kebudayaan merupakan kebiasaan manusia yang secara tidak langsung sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Kebudayaan juga seringkali dikaitkan dengan mitos yang dilakukan oleh orang-orang jaman dahulu yang dibawa sampai ke generasi sekarang. Pengertian mitos menurut beberapa sumber yaitu sebuah cerita atau dongeng berlatar masa lampau. Mitos juga merupakan suatu perumpamaan yang merupakan khayalan dan tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Penutur mitos terlebih dahulu telah mendengar cerita dari generasi sebelumnya.
Karena hal itu sudah terbiasa maka terciptalah kebudayaan yang mengakar, seperti di lingkungan tempat saya tinggal terdapat beberapa budaya yang mengakar, diantaranya:
·  Bersalaman dengan orang tua atau orang yang lebih tua disaat kita bertemu. Kebudayaan semacam ini masih terus mengakar dilingkungan saya. Dinilai sopan dan santun ketika bertemu dengan orang yang lebih tua lalu kita mencium tangannya.

·  Membungkukkan badan ketika melewati orang yang lebih tua. Hal ini juga menunjukkan nilai sopan santun kepada orang tua atau orang yang lebih tua dari kita.

·         Larangan keluar rumah disaat maghrib tiba. Kebudayaan semacam ini masih dipatuhi oleh masyarakat disekitar lingkungan saya termasuk di keluarga saya. Dimana ketika adzan tiba semua orang masuk ke dalam rumah dan tidak ada lagi yang berkeliaran di luar rumah. Semua aktifitas mereka diberhentikan karena harus melaksanakan sholat maghrib. Bahkan ada yang mengatakan jika masih duduk di teras saat maghrib akan mendatangkan penyakit yang konon disebut dengan “angin duduk”. Ada pula yang mengatakan anak kecil tidak boleh berada di luar rumah disaat waktu maghrib karena kepercayaannya anak itu akan diculik “genduruwo”. Dan sampai sekarang masyarakat sekitar masih terus mempercayainya.

·     Melaksanakan nujuh bulan. Masyarakat sekitar menganggap ketika seorang ibu hamil sedang mengandung anak yang berumur tujuh bulan dalam kandungan, maka ia harus melaksanakan adat “nujuh bulan”. Adat dimana melakukan semacam pengajian untuk mensyukuri janin yang telah dikandung sudah menjadi daging. Padahal jaman dahulu nujuh bulan itu dimana seorang ibu hamil yang melaksanakan pengajian ketika janin yang dikandung berumur empat bulan dalam kandungan, dan pada saat janin berusia empat bulan tersebut diartikan bahwa janin yang dikandung telah ditiupkan ruh nya. Maka dari itu mereka melaksanakan semacam syukuran.

·      Merayakan tahun baru dengan acara bakar-bakar ayam atau ikan, dengan petasan, atau pergi jauh untuk mencari keramaian perayaan tahun baru diluar. Tradisi ini masih berlanjut hingga sekarang, terutama bagi kalangan kaum muda, dimana mereka masih ingin hura-hura dan ingin mencari suasana baru saat pergantian malam tahun baru tanpa memikirkan akibatnya. Efek positif mungkin mereka mendapatkan kesenangan tersendiri saat ada perayaan tahun baru tetapi efek samping atau negatifnya ialah terkadang tahun baru sering mendatangkan bencana kecelakaan, karena terlalu padatnya jalan raya. Kaum muda jarang yang berfikir saat tahun baru lebih baik dirumah atau istiqomah dimasjid untuk bersyukur dan berdoa agar kedepannya harus lebih baik lagi.

·        Melaksanakan gotong royong. Warga masyarakat disekitar rumah saya juga masih sering melakukan kegiatan gotong royong yang dilaksanakan pada hari libur atau hari minggu, mulai dari membersihkan kali, selokan, perbaikan jalan yang rusak, sampai pembangunan masjid yang masih terus dilakukan sampai saat ini. Dengan begini lingkungan sekitar juga menjadi baik lagi dan bisa mempererat tali persaudaraan sesama warga.

·         Mengantar makanan ke tetangga menjelang hari raya idul fitri. Di lingkungan tempat tinggal saya, kebiasaan ini masih terus berlangsung setiap tahun saat menjelang hari raya. Hal ini dilakukan untuk menjaga dan mempererat tali persaudaraan antar tetangga.

·     Bersilaturahmi ke tempat sanak saudara saat hari raya. Ada yang berkeliling di area tempat tinggalnya saja bahkan ada yang pulang ke kampung masing-masing untuk menjalin tali silaturahmi dengan saudara-saudaranya di kampung.

·    Mengadakan acara selametan atau syukuran. Hal ini biasanya dilakukan ketika ingin naik haji, umrah, ataupun setelah mengadakan acara pernikahan. Ditujukan untuk mensyukuri bisa naik haji, umrah, ataupun menikah.

Itulah kebudayaan yang terdapat di lingkungan tempat tinggal saya. Kebudayaan itu sampai sekarang masih terus berlangsung dan dijadikan sebagai tradisi bahkan keharusan.



Referensi :
http://budimuktidewanto.blogspot.co.id/2012/03/kebudayaan-yang-sudah-mengakar-di.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar