Sabtu, 10 Juni 2017

TUGAS ILMU BUDAYA DASAR 4

4.      Jelaskan masalah pokok ruang lingkup kebudayaan!
Jawab :
Bertitik tolak dalam kerangka tujuan yang telah ditetapkan, dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah Ilmu Budaya Dasar. Kedua masalah pokok ialah:
·         Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (The Humanities) baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) di dalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.
·         Hakekat manusia yang satu (universal), namun banyak perbedaan- perbedaan antara manusia yang satu dengan yang lainnya. Keanekaragaman tersebut terbentuk akibat adanya perbedaan ruang, tempat, waktu, proses adaptasi, keadaan sosial budaya, lingkungan alam, dimana terwujud dalam berbagai bentuk ekspresi seperti: ungkapan, pikiran, dan perasaan, tingkah laku, dan hasil kelakuan mereka.
Kedua Pokok masalah yang bisa dikaji dalam mata kuliah IBD (Ilmu Budaya Dasar), Nampak jelas bahwa manusia menepati posisi sentral dalam pengkajian. Manusia tidak hanya sebagai objek pengkajian, bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesama, dan bagaimana pula hubungan sang pencipta menjadi tema sentral dalam IBD.
Pokok-pokok bahasan yang akan dikembangkan dalam Ilmu Budaya Dasar adalah :
1.      Manusia Dan Cinta Kasih
·         Kasih Sayang
·         Kemesraan
·         Pemujaan
2.      Manusia Dan Keindahan
·         Renungan
·         Kehalusan
·         Keserasian
3.      Manusia Dan Penderitaan
·         Rasa Sakit
·         Kesyahidan
·         Siksaan
·         Kesengsaraan
·         Neraka
4.      Manusia Dan Keadilan
·         Kejujuran
·         Pemulihan Nama Baik
·         Pembalasan
5.      Manusia Dan Pandangan Hidup
·         Cita-Cita
·         Kebijakan
6.      Manusia Dan Tanggung Jawab Serta Pengabdian
·         Kesadaran
·         Pengorbanan
7.      Manusia Dan Kegelisahan
·         Keterasingan
·         Kesepian
·         Ketidakpastian
8.      Manusia Dan Harapan
·         Kepercayaan
·         Harapan

Kedelapan pokok bahasan itu termasuk dalam karya-karya yang tercakup dalam pengetahuan budaya. Perwujudan mengenai cinta, misalnya, terdapat dalam karya sastra, tarian, musik, filsafat, lukisan, patung dan sebagainya. Masing-masing pokok bahasan dapat didekati dengan baik menggunakan cabang-cabang pengetahuan budaya secara sendiri-sendiri maupun secara gabungan cabang-cabang tersebut. Pokok bahasan manusia dan cinta kasih misalnya, dapat didekati dengan menggunakan karya seni sastra, atau filsafat atau seni tari dan sebaginya. Disamping itu pokok bahasan manusia dan cinta kasih juga dapat didekati dengan menggunakan gabungan karya seni sastra, karya seni tari, atau filsafat dan sebagainya.

Referensi :

TUGAS ILMU BUDAYA DASAR 3

    3.   Bagaimana cara melestarikan budaya yang terdapat di masyarakat?
  Jawab :
Nilai budaya yang dimiliki oleh setiap masyarakat memiliki kekayaan yang begitu besar  nilainya, akan tetapi seiring perkembangan zaman upaya pelestariannya pun mulai luntur yang  dipengaruhi oleh faktor eksternal maupun faktor internal masyarakat itu sendiri. Globalisasi juga  berpengaruh kuat dalam menurunnya tingkat kepedulian masyarakat dalam menjaga atau            melestarikan budaya local yang ada dalam masyarakat.
Dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal yang ada dalam masyarakat dapat dilakukan  dengan berbagai cara. Beberapa cara yang dapat dilakukan oleh seorang anggota masyarakat  khususnya kita sebagai generasi muda dalam mendukung kelestarian budaya dan ikut menjaga  budaya lokal diantaranya adalah : 

·         Mengenali dan mempelajari kebudayaan
Kemauan untuk mempelajari budaya yang sudah ada baik hanya sekedar mengenal atau bisa juga dengan ikut mempraktikkannya dalam kehidupan kita dapat menjadikan budaya tersebut terus menerus dilaksanakan hingga generasi setelah kita nanti.

·         Ikut berpartisipasi apabila ada kegiatan dalam rangka pelestarian kebudayaan, misalnya :
a.       Mengikuti kompetisi tentang kebudayaan, misalnya tari tradisi atau teater daerah.
b.      Ikut berpartisipasi dengan mementaskan budaya tradisonal pada acara ataupun kegiatan tertentu, seperti pada saat perayaan hari ulang tahun kemerdekaan bangsa, mengadakan pementasan ketoprak yang berbau perjuangan, dan lain-lain.

·         Mengajarkan kebudayaan
Jika kebudayaan diajarkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh generasi penerus kita maka kebudayaan itu tidak akan musnah dan tetap dapat bertahan.

·         Mencintai budaya sendiri tanpa merendahkan dan melecehkan budaya orang lain
Hal ini harus dilakukan oleh setiap orang untuk menjaga ketentraman dan kenyamanan bersama di lingkungan tempat tinggalnya.

·         Mempraktikkan penggunaan budaya itu dalam kehidupan sehari-hari, misalnya budaya berbahasa
Bahasa di Indonesia beragam mengingat suku dan budaya di Indonesia juga bermacam-macam. Maka dari itu walaupun kita hidup di daerah dan bahasanya masih menggunakan bahasa daerah kita harus tetap menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa interaksi di seluruh Indonesia.

·         Menghilangkan perasaan gengsi ataupun malu dengan kebudayaan yang kita miliki
Sikap ini harus dihilangkan oleh setiap individu agar kebudayaan yang dimiliki tetap ada.

·         Menghindari sikap primordialisme dan etnosentrisme
Primordialisme adalah sebuah pandangan atau paham yang memegang teguh hal-hal yang dibawa sejak kecil, baik mengenai tradisi, adat-istiadat, kepercayaan, maupun segala sesuatu yang ada di dalam lingkungan sekitarnya.
Sedangkan Etnosentrisme adalah penilaian terhadap kebudayaan lain atas dasar nilai dan standar budaya sendiri. Orang-orang etnosentris menilai kelompok lain relatif terhadap kelompok atau kebudayaannya sendiri, khususnya bila berkaitan dengan bahasa, perilaku, kebiasaan, dan agama.
Kesimpulannya sikap Primordialisme itu adalah sikap yang mementingkan ego diri sendiri dan sikap Etnosentrisme itu adalah sikap yang menyombongkan kebudayaannya sendiri dan menganggap budaya lain tidak sepadan atau tidak sebagus kebudayaannya sendiri.

Kegiatan melaksanakan pengelolaan kebudayaan meliputi :
1.      Perlindungan
Dengan cara merawat, memelihara asset budaya agar tidak punah dan rusak disebabkan oleh manusia dan alam.
2.      Pengembangan
Dengan cara melaksanakan penelitian, kajian laporan, pendalaman teori kebudayaan, dan mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung dalam penelitian.
3.      Pemanfaatan
Dengan cara melaksanakan kegiatan pengemasan produk, bimbingan dan penyuluhan, kegiatan festival serta penyebaran informasi.
4.      Pendokumentasian
Dengan cara melaksanakan kegiatan pembuatan laporan berupa narasi yang dilengkapi dengan foto dan audio visual.
5.      Culture Experience

Merupakan pelestarian budaya yang dilakukan dengan cara terjun langsung ke dalam sebuah pengalaman kultural contohnya, jika kebudayaan tersebut berupa alat musik maka masyarakat dianjurkan untuk belajar dan berlatih dalam menguasasi alat musik tersebut. Dengan demikian dalam setiap tahunnya kebudayaan tersebut dapat terjaga.


Referensi :

TUGAS ILMU BUDAYA DASAR 2

     2.  Apa yang dimaksud dengan ilmu budaya dasar secara universal?
    Jawab :
Ilmu Budaya Dasar merupakan pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang langkah-langkah yang dikembangkan menjadi masalah manusia dan kebudayaan. Ilmu Budaya Dasar juga merupakan ilmu yang mempelajari dasar-dasar kebudayaan, seperti kesenian, bahasa, adat-istiadat, budaya daerah, dan budaya nasional.
Ilmu Budaya Dasar adalah suatu ilmu yang mempelajari dasar-dasar dan pengertian tentang konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah kebudayaan. Istilah Ilmu Budaya Dasar di Negara Indonesia dikembangkan sebagai pengganti istilah “Basic Humanities” yang berasal dari istilah bahasa Inggris “The Humanities”. Adapun istilah “Humanities” itu sendiri berasal dari bahasa Latin Humanus yang bisa diartikan manusiawi, berbudaya dan halus (refined). Dengan mempelajari The Humanities seseorang diharapkan akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus perkataan maupun perbuatannya.
Secara umum pengertian kebudayaan merupakan jalan atau arah didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani.
Kebudayaan adalah hasil buah budi manusia untuk mencapai kesempurnaan hidup. Dan budaya adalah daya dari budi yang berupa cipta, karsa dan rasa.
Secara demikian bisa dikatakan bahwa The Humanities berkaitan dengan masalah nilai-nilai, yaitu nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia bisa menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu The Humanities di samping tidak meninggalkan tanggung jawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri. Kendatipun demikian, Ilmu Budaya Dasar (atau Basic Humanities) sebagai satu matakuliah tidaklah identik dengan The Humanities (yang disalin ke dalam bahasa Indonesia menjadi : Pengetahuan Budaya).
Pengetahuan Budaya (The Humanities) dibatasi sebagai pe­ngetahuan yang mencakup keahlian cabang ilmu (disiplin) seni dan filsafat. Keahlian ini pun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai bidang kahlian lain, seperti seni sastra, seni tari, seni musik, seni rupa dan lain-lain. Sedang Ilmu Budaya Dasar (Basic Humanities) sebagaimana dikemukakan di atas, adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Masalah-masalah ini dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (The Humanities), baik secara gabungan berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya ataupun dengan menggunakan masing-masing keahlian di dalam pengetahuan budaya (The Humanities). Dengan poerkataan lain, Ilmu Budaya Dasar menggunakan pengertian-pengertian yang berasa! dari ber­bagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran dan kepekaan dalam mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Sebagaimana dikemukakan di atas, penyajian Ilmu Budaya Dasar (IBD) tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pe­ngetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji msalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan demikian jelas bahwa matakuliah ini tidak dimaksudkan untuk mendidik seorang pakar dalam salah satu bidang keahlian (disiplin) yang termasuk dalam pengetahuan budaya, akan tetapi Ilmu Budaya Dasar semata-mata sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitar­nya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri.
Latar belakang ilmu budaya dasar dalam konteks budaya, negara, dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan permasalahan sebagai berikut:
  1. Kenyataan bahwa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa, dan segala keanekaragaman budaya yang tercermin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yang biasanya tidak lepas dari ikatan-ikatan (primodial) kesukuan dan kedaerahan.
  2. Proses pembangunan dampak positif dan negatif berupa terjadinya perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusiapun terkena pengaruhnya. Akibat lebih jauh dari pembenturan nilai budaya ini akan timbul konflik dalam kehidupan.
  3. Kemajuan ilmu pengetahuan dalam teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yang telah diciptakannya. Hal ini merupakan akibat sifat ambivalen teknologi, yang disamping memiliki segi-segi positifnya, juga memiliki segi negatif akibat dampak negatif teknologi, manusia kini menjadi resah dan gelisah.
  4. Latar belakang ilmu budaya dasar bermula dari kritik yang diberikan oleh sejumlah cendikiawan mengenai system pendidikan kita yang dinilai sebagai warisan system pendidikan pemerintahan Belanda pada masa penjajahan dengan tujuan menghasilkan tenaga terampil dalam bidang administrasi, perdagangan, teknik,dan keahlian lain demi kelancaran usaha mereka dalam mengeksploitasi kekayaan negara kita. Padahal pendidikan itu seharusnya lebih ditujukan untuk menciptakan kaum cendikiawan daripada mencetak tenaga yang terampil. Para lulusan perguruan tinggi diharapkan dapat berperan sebagai sumber utama bagi pembangunan negara secara menyeluruh. Dari mereka diharapkan adanya sumbangan ide bagi pemecahan masalah sosial masyarakat yang sangat kompleks dan berkaitan satu sama lain, dan juga dalam masalah budaya.

Untuk mengetahui ilmu budaya dasar sebagai kelompok ilmu penetahyan oleh Prof. Dr. Harsya Bachtiar yang mengatakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan menjadi 3(tiga), yaitu :
1.      Ilmu-ilmu Alamiah ( natural science )
Ilmu yang bertujuan mengetahui keteraturan hukum yang terdapat di alam semesta ini, ilmu  ini menentukan analisis yang digeneralisasikan untuk mencari prediksi. Ilmu  ini tidak mungkin 100% benar dan 100% salah, kelompok ilmu alamiah yaitu : astronomi, fisika, kimia, biologi, kedokteran, dan mekanika.

2.      Ilmu-ilmu Social ( social science )
Ilmu yangmempelajari interaksi/hubungan antara manusia. Dan ilmu ini tidak mungkin 100% benar, hampir mendekati kebenarannya, kelompok ilmu sosiologi yaitu : sosiologi, politik, demografi, psikologi, antropologi sosial, dan sosiologi hukum.

3.      Pengetahuan budaya ( the humanities )

Pengetahuan budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. dalam hal ini, metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan  pernyatan-pernyataan yang bersifat unik diunakan dan kemudian diberi arti. Pada umumnya semua itu terdapat tulisan-tulisan dan tidak ada sangkut pautnya dengan metode yang bersifat ilmiah.



Referensi :

TUGAS ILMU BUDAYA DASAR 1

   1.  Sebutkan budaya-budaya yang berlaku di dalam masyarakat!
  Jawab :
Kebudayaan merupakan kebiasaan manusia yang secara tidak langsung sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Kebudayaan juga seringkali dikaitkan dengan mitos yang dilakukan oleh orang-orang jaman dahulu yang dibawa sampai ke generasi sekarang. Pengertian mitos menurut beberapa sumber yaitu sebuah cerita atau dongeng berlatar masa lampau. Mitos juga merupakan suatu perumpamaan yang merupakan khayalan dan tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Penutur mitos terlebih dahulu telah mendengar cerita dari generasi sebelumnya.
Karena hal itu sudah terbiasa maka terciptalah kebudayaan yang mengakar, seperti di lingkungan tempat saya tinggal terdapat beberapa budaya yang mengakar, diantaranya:
·  Bersalaman dengan orang tua atau orang yang lebih tua disaat kita bertemu. Kebudayaan semacam ini masih terus mengakar dilingkungan saya. Dinilai sopan dan santun ketika bertemu dengan orang yang lebih tua lalu kita mencium tangannya.

·  Membungkukkan badan ketika melewati orang yang lebih tua. Hal ini juga menunjukkan nilai sopan santun kepada orang tua atau orang yang lebih tua dari kita.

·         Larangan keluar rumah disaat maghrib tiba. Kebudayaan semacam ini masih dipatuhi oleh masyarakat disekitar lingkungan saya termasuk di keluarga saya. Dimana ketika adzan tiba semua orang masuk ke dalam rumah dan tidak ada lagi yang berkeliaran di luar rumah. Semua aktifitas mereka diberhentikan karena harus melaksanakan sholat maghrib. Bahkan ada yang mengatakan jika masih duduk di teras saat maghrib akan mendatangkan penyakit yang konon disebut dengan “angin duduk”. Ada pula yang mengatakan anak kecil tidak boleh berada di luar rumah disaat waktu maghrib karena kepercayaannya anak itu akan diculik “genduruwo”. Dan sampai sekarang masyarakat sekitar masih terus mempercayainya.

·     Melaksanakan nujuh bulan. Masyarakat sekitar menganggap ketika seorang ibu hamil sedang mengandung anak yang berumur tujuh bulan dalam kandungan, maka ia harus melaksanakan adat “nujuh bulan”. Adat dimana melakukan semacam pengajian untuk mensyukuri janin yang telah dikandung sudah menjadi daging. Padahal jaman dahulu nujuh bulan itu dimana seorang ibu hamil yang melaksanakan pengajian ketika janin yang dikandung berumur empat bulan dalam kandungan, dan pada saat janin berusia empat bulan tersebut diartikan bahwa janin yang dikandung telah ditiupkan ruh nya. Maka dari itu mereka melaksanakan semacam syukuran.

·      Merayakan tahun baru dengan acara bakar-bakar ayam atau ikan, dengan petasan, atau pergi jauh untuk mencari keramaian perayaan tahun baru diluar. Tradisi ini masih berlanjut hingga sekarang, terutama bagi kalangan kaum muda, dimana mereka masih ingin hura-hura dan ingin mencari suasana baru saat pergantian malam tahun baru tanpa memikirkan akibatnya. Efek positif mungkin mereka mendapatkan kesenangan tersendiri saat ada perayaan tahun baru tetapi efek samping atau negatifnya ialah terkadang tahun baru sering mendatangkan bencana kecelakaan, karena terlalu padatnya jalan raya. Kaum muda jarang yang berfikir saat tahun baru lebih baik dirumah atau istiqomah dimasjid untuk bersyukur dan berdoa agar kedepannya harus lebih baik lagi.

·        Melaksanakan gotong royong. Warga masyarakat disekitar rumah saya juga masih sering melakukan kegiatan gotong royong yang dilaksanakan pada hari libur atau hari minggu, mulai dari membersihkan kali, selokan, perbaikan jalan yang rusak, sampai pembangunan masjid yang masih terus dilakukan sampai saat ini. Dengan begini lingkungan sekitar juga menjadi baik lagi dan bisa mempererat tali persaudaraan sesama warga.

·         Mengantar makanan ke tetangga menjelang hari raya idul fitri. Di lingkungan tempat tinggal saya, kebiasaan ini masih terus berlangsung setiap tahun saat menjelang hari raya. Hal ini dilakukan untuk menjaga dan mempererat tali persaudaraan antar tetangga.

·     Bersilaturahmi ke tempat sanak saudara saat hari raya. Ada yang berkeliling di area tempat tinggalnya saja bahkan ada yang pulang ke kampung masing-masing untuk menjalin tali silaturahmi dengan saudara-saudaranya di kampung.

·    Mengadakan acara selametan atau syukuran. Hal ini biasanya dilakukan ketika ingin naik haji, umrah, ataupun setelah mengadakan acara pernikahan. Ditujukan untuk mensyukuri bisa naik haji, umrah, ataupun menikah.

Itulah kebudayaan yang terdapat di lingkungan tempat tinggal saya. Kebudayaan itu sampai sekarang masih terus berlangsung dan dijadikan sebagai tradisi bahkan keharusan.



Referensi :
http://budimuktidewanto.blogspot.co.id/2012/03/kebudayaan-yang-sudah-mengakar-di.html