Sabtu, 07 Oktober 2017

Perkembangan Bisnis Transaksi Tiket Kereta

Hasil gambar untuk tiket kereta api online



Latar Belakang
Perkembangan teknologi dan informasi sudah mencapai tahap yang cukup signifikan sehingga mampu mendominasi hampir semua sektor bisnis. Adanya perkembangan internet merupakan salah satu bentuk nyata dari perkembangan. Teknologi dan informasi di masa sekarang. Hampir semua kegiatan bisnis sudah memanfaatkan kemudahan dari internet dalam transaksi bisnisnya.
Teknologi internet memang lebih menawarkan kemudahan karena mampu mengubah cara berkomunikasi seseorang, mendukung suatu sistem bisnis bahkan internet mampu menghubungkan seseorang tanpa terpengaruh jarak. Terdapat enam alasan mengapa teknologi internet itu penting. Pertama internet memiliki konektivitas dan jangkauan luas, dapat mengurangi biaya komunikasi, biaya transaksi yang lebih rendah, dapat mengurangi biaya agensi, interaktif, fleksibel, mudah, serta memiliki kemampuan untuk mendistribusikan pengetahuan secara tepat (Laudon, 2000).
Dimasa kini, teknologi internet sangat mendominasi terhadap kemajuan di segala sektor bisnis. Salah satu bentuk teknologi internet yang banyak diaplikasikan di segala sektor bisnis adalah penggunaan sistem daring (online). Hampir semua sistem bisnis memanfaatkan kemudahan yang ditawarkan dari sistem daring (online). Termasuk sektor bisnis transportasi mulai memanfaatkan kemudahan sistem daring (online) dalam pelayanan reservasi tiket.

Tujuan Penulisan
Disini kami bertujuan untuk mengetahui Perkembangan Inovasi Sistem Informasi dan teknologi informasi dimana kita membahas tentang transaksi non-tunai dan e-ticketing yang sedang berkembang di masyarakat saat ini.

Masalah yang dibahas
1.   Perkembangan transaksi jual beli tiket Kereta Api dimasa lalu hingga sekarang.
2.   Teknologi yang digunakan dalam transaksi non-tunai.  



Isi
         Sektor bisnis dibagian trasportasi saat ini sudah berkembang pesat, banyak teknologi informasi sudah diterapkan di seluruh bidang transportasi begitupun di Indonesia, layanan transportasi pemerintah sudah mulai menerapkan teknologi informasi salah satunya bidang industri kereta api Indonesia.
Industri Kereta Api Indonesia sempat mengalami penurunan dibuktikan dengan menurunnya jumlah penumpang pada tahun 2010. Hal ini merupakan dampak yang timbul akibat kenaikan industri pesawat terbang. Dalam industri pesawat terbang, telah menawarkan beberapa kemudahan terutama dalam hal kemudahan mendapatkan tiket. Pertengahan tahun 2012, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengeluarkan inovasi terbaru bagi penggunanya yaitu reservasi tiket secara daring (online) sehingga pengguna tidak perlu mengantre secara konvensial di stasiun untuk melakukan reservasi tiket.
Sistem ini diciptakan untuk mencapai efektifitas dan efisiensi secara maksimal dilihat dari sisi pengguna mengingat bahwa PT Kereta Api Indonesia (Persero) sudah mulai beralih dari product oriented ke customer oriented. Sistem reservasi tiket secara daring (online) atau lazim disebut e-ticketing merupakan suatu cara dalam mendokumentasikan proses penjualan dari aktivitas perjalanan pengguna tanpa mengeluarkan bukti fisik. Jadi semua informasi yang terkait sudah tercatat otomatis secara digital di sistem komputer sehingga sangat meminimalisasi adanya kesalahan–kesalahan dalam pencatatan dan reservasi tiket yang dapat merugikan pengguna. 

Hasil gambar untuk kai access

APLIKASI KAI ACCESS

      Banyak kemudahan yang ditawarkan dalam sistem baru ini dalam melakukan reservasi tiket secara daring (online) seperti reservasi dapat dilakukan dimanapun begitu juga dengan pembayarannya yang dapat dilakukan dimanapun secara realtime, pengguna dapat memesan tiket H-90 dari hari keberangkatan, dapat memilih tempat duduk sendiri dan yang terpenting, dengan adanya layanan sistem reservasi tiket daring (online), pengguna tidak perlu mengantre di stasiun secara konvensional sehingga dapat menghemat waktu dan tenaga. Sistem ini sudah terintegrasi secara langsung (pemesanaan) di web resmi PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau melalui tiketkai.com maupun melalui aplikasi yang bernama KAI Access, Traveloka, Tokopedia serta sudah berkerja sama (pembayaran) dengan Bank Mandiri, BNI dan BCA. Reservasi tiket secara daring (online) memberikan peluang dalam meminimalkan biaya dan memaksimalkan efektifitas pengguna. Hal ini karena dengan memanfaat sistem daring (online) dalam reservasi tiket maka secara langsung dapat mengurangi biaya dalam pencetakan tiket fisik, mengurangi penggunaan kertas dan mendukung fleksibiltas pengguna dengan baik.  


Hasil gambar untuk traveloka tiket kereta api

APLIKASI TIKET KAI DI TRAVELOKA

          Bagi pengguna jasa kereta api yang ingin membeli tiket harus membawa magnetic card tersebut. Pembelian tiket berbasis komputer ini dilakukan dengan cara menggesekkan magnetic card yang dimiliki oleh pengguna jasa transportasi kereta api pada card reader yang telah terhubung dengan PC (Personal Computer) client 1 (pertama) agar ID yang terdapat pada magnetic card dapat dibaca oleh komputer. ID yang terdapat pada magnetic card dibaca oleh PC client, dimana hasil pembacaan computer client 1 (pertama) dibandingkan dengan database pengguna jasa kereta api yang terhubung ke komputer server dengan system jaringan komputer.
Setelah ID pada magnetic card dengan ID yang terdapat pada PC sama, maka komputer akan menampilkan jumlah saldo yang terdapat pada magnetic card tersebut. Bila saldo cukup maka pengguna jasa transportasi kereta api langsung dapat membeli tiket kereta api berupa harga, tanggal dan jam pemberangkatan, jumlah tiket yang akan dibeli, jenis kereta api yang akan digunakan, dan tujuan. Bila saldo tidak cukup, pengguna jasa transportasi kereta api tidak dapat membeli tiket kereta api, maka pengguna jasa transportasi kereta api harus menambah jumlah saldonya ke bagian penjualan voucher.


Penerapan teknologi untuk peningkatan pelayanan kepada pengguna KRL terus dilakukan PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ). Dalam layanan e-ticketing, KCJ kini sudah mulai menerapkan penggunaan mesin penjualan tiket yang diberi nama Commuter Vending Machine (C-VIM) dengan layar sentuh. Dalam pengoperasiannya, C-VIM dilengkapi 2 pilihan bahasa yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris sehingga memudahkan bagi pengguna jasa lokal maupun asing.
Hasil gambar untuk mesin c-vim

MESIN C-VIM

Dengan hadirnya C-VIM, loket konvensional di stasiun-stasiun prioritas nantinya akan ditiadakan karena fungsinya sudah digantikan dengan mesin tiket. Sebab dengan C-VIM sudah bisa untuk melayani sales (pembelian baru tiket sekali jalan)/Tiket Harian Berjaminan (THB), resales THB, refund tiket THB, maupun top up (isi ulang) Kartu Multi Trip (KMT) bisa dilakukan dengan mudah dan cepat melalui mesin pintar transaksi tiket KRL ini. Namun perlu diperhatikan oleh pengguna KRL, C-VIM untuk layanan KMT bisa menerima pecahan uang kertas dan uang logam.
         

Kesimpulan
Jadi, kesimpulan dari masalah yang kami bahas diatas ialah semakin berkembang pesatnya era teknologi saat ini yang berdampak positif bagi permasalahan transaksi non-tunai ini. E-ticket ini memiliki banyak keunggulan serta kemudahan dan efisiensi transaksi. Dan dari segi keamanan data transaksi E-ticket memiliki jaminan keamanan atas kode-kode transaksi penumpang. Dan dapat menghemat waktu kita tanpa harus antri lagi untuk mendapatkan tiket.


Daftar Pustaka



The Untold Story of E-Ticketing- Kisah Dibalik Modernisasi KRL Jabodetabek, Author Haryo Damardono, terbit 10 Oktober 2016, ISBN 978-602-412-144-0



Kelompok 11 :
CHAIRUN NISSA PUSPITASARI (11116550)
FATHIA REVA MELIA (12116687)
RIO SETYO NUGRAHA (16116453)
TRI LAILLA QODRIYANI (17116431)

24 komentar:

  1. Thank you bermanfaat sekali post-annya min :)

    BalasHapus
  2. Anda sepertinya penulis ya, saya jd tertarik buat nulis hehe.

    BalasHapus
  3. Bagus sist artikelnya. Aku sukak. Sangat membantu aku yg buta jalan.

    BalasHapus
  4. Pemilihan materinya bagus

    BalasHapus
  5. Indonesia jaman now makin maju

    BalasHapus
  6. bagaimana penerapan teknologi tsb khususnya mesin c-vim bagi masyarakat yang berkebutuhan khusus? Apa teknologi tsb sudah memperhitungkan bagi semua kalangan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya, mungkin sekarang ini teknologi mesin c-vim belum memadai untuk para disabilitas. Namun mereka bisa dibantu oleh para petugas atau satpam yg berada di stasiun untuk memesan tiket melalui mesin c-vim.
      Seiring perkembangan zaman, pasti teknologi ini akan dikembangkan lagi. Terimakasih sudah berkunjung ke blog saya:)

      Hapus
  7. informatif sekali:) terima kasih artikelnya

    BalasHapus
  8. Wah keren sekali cvid ya, aku lebih suka menggunakan itu daripada mengantri di loket panjang-panjang

    BalasHapus
  9. benar2 membantu tugas sayaa hehe..trimakasih ya

    BalasHapus
  10. terimakasih sangat membantu :D

    BalasHapus