Perkembangan teknologi di dunia tidak akan berhenti karena kecerdasan manusia yang terus berkembang juga. Di zaman modern ini tidak ada yang tidak mungkin untuk dibuat. Dengan melihat perkembangan teknologi yang sangat pesat dari tahun ke tahun, manusia diharuskan untuk mengerti perkembangan tersebut bahkan jika ingin kita juga bisa berkompetisi di dunia perteknologian. Kita mampu membuat mesin yang lebih cerdas dari manusia dengan menggunakan ilmu Artificial Intelligence (kecerdasan buatan). Ilmu tersebut merupakan salah satu bagian dari ilmu komputer yang mempelajari bagaimana membuat mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia bahkan bisa lebih baik daripada yang dilakukan manusia. AI sangat mempengaruhi kecanggihan teknologi.
Mesin
dapat menjadi cerdas jika diciptakan oleh manusia dengan dibekali pengetahuan
dan program-program yang dapat menjalankan peran manusia yang dapat digantikan
oleh mesin tersebut. Sebenarnya mesin cerdas juga tidak akan ada jika kita
tidak membuatnya. Namun, di zaman modern ini banyak inovasi-inovasi terbaru
yang kemudian diwujudkan dengan aplikasi program kecerdasan buatan yang bisa
ditulis dengan menggunakan semua bahasa computer khususnya bahasa PROLOG (Programming in Logic) dan LISP (List Processing). Prolog digunakan khususnya di bidang kecerdasan
buatan (Artificial Intelegent) meliputi bidang :
- Sistem pakar (Expert System)
- Pengolahan bahasa alami (Natural Language processing)
- Robotik
- Logika dan ketidakpastian
- Pengenalan pola dan gambar
- Belajar
- Game
- Simulasi pengolahan symbol
Untuk membuat aplikasi kecerdasan buatan ada
dua bagian utama yang dibutuhkan seperti Basis Pengetahuan (Knowledge base yang bersifat fakta-fakta, teori,
pemikiran dan hubungan antar satu dengan yang lainnya) dan Motor Inferensi (Inference Engine) yang memiliki kemampuan menarik
kesimpulan berdasarkan pengetahuan dan pengalaman).
Dulu, ketika dalam perjalanan mudik
kita butuh peta kertas yang sangat memakan tempat dan memecahkan konsentrasi pengendara,
namun sekarang jika kita mau ke suatu tempat hanya tinggal mengetik ataupun
berbicara dengan google voice maka aplikasi seperti google maps, waze, dan
semacamnya dapat langsung menunjukkan rute/jalur tercepat. Aplikasi tersebut
juga selalu di update agar lebih praktis dan mudah dimengerti oleh pemakainya di
seluruh dunia. Maka dari itu, bukan hal
yang tidak mungkin membuat mesin menjadi
cerdas.
Namun, secerdas-cerdasnya sebuah mesin tidak bisa digunakan tanpa supervisi manusia. Mesin buatan
diciptakan manusia agar lebih praktis dan efisien dalam
penggunaannya. Jika mesin dibuat tanpa supervisi itu hanya akan menjadi barang
yang tidak berguna dan tidak akan di pakai oleh masyarakat banyak. Jikalau bisa
pun tidak akan ada yang sesempurna pemikiran manusia.
Misalnya, driverless car
yang sudah mulai banyak dipasarkan. Driverless car mempunyai kecanggihan
mengemudi tanpa seorang pengemudi yang menjalankannya, itu bisa jadi pengganti
pengemudi yang mengantuk agar tidak terjadi kecelakaan. Kelebihan driverless
car juga dapat memperlambat lajunya saat ada yang ingin menyebrang jalan dengan
lambaian tangan, berhenti saat lampu merah, bisa melaju dengan kecepatan normal
maupun kecepatan diatas normal, dan mendeteksi lubang di jalan. Namun,
kelemahannya saat cuaca buruk kontrol mobil terganggu karena pandangan di
depannya terhalang kabut dan bisa jadi kehilangan sinyal untuk mengakses peta
Google. Oleh karena itu, diperlukan peran manusia untuk menjalankan fungsi tersebut agar tidak terjadi kecelakaan saat berkendara walaupun menggunakan mesin cerdas.
Daftar Pustaka :
Fauziah,
Hani. Apakah mungkin membuat mesin menjadi cerdas? Apakah kita dapat membuat
mesin memiliki kecerdasan melebihi manusia?. 2017. http://fauziyahhani.blogspot.com/2017/10/apakah-mungkin-membuat-mesin-menjadi.html
Falahuddin, Mochamad James. Kala Manusia Tak Boleh Kalah
Cerdas dari Mesin. 2015. https://inet.detik.com/cyberlife/d-2935911/kala-manusia-tak-boleh-kalah-cerdas-dari-mesin
Anonym.
Ini Kecanggihan & Kelemahan Mobil Otomatis Google. 2014. https://inet.detik.com/cyberlife/d-2594027/ini-kecanggihan--kelemahan-mobil-otomatis-google
Herliana, Lilis. Pemograman Prolog. 2012. http://lilisherlinaznyemnyem.blogspot.com/2012/03/pemograman-prolog.html
Christiandika,
Hendra. LISP (Bahasa Pemrograman). 2012. https://hendrachristiandika.wordpress.com/2012/04/20/lisp-bahasa-pemrograman/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar